Aku

Aku bukan hanya nama yang dipanggil orang, bukan sekadar bayangan yang berjalan di bawah matahari. Aku adalah cerita yang sedang ditulis, halaman demi halaman, dengan tinta air mata, dengan huruf yang dibentuk dari doa-doa. Aku lahir dari kesederhanaan, dari rumah kecil yang penuh cinta meski tak berlebih harta. Aku tumbuh di pelukan waktu, belajar dari tawa, belajar dari luka, hingga aku mengerti: hidup bukan tentang mudahnya perjalanan, tetapi tentang bagaimana langkah tetap tegak, meski jalan sering berliku dan licin oleh hujan. Aku sering jatuh. Di sana, di tanah yang dingin, aku mengenal rasa sakit. Tapi dari sakit itu aku belajar, bahwa rapuh bukan akhir, melainkan awal untuk lebih kuat. Aku bukan orang sempurna. Ada salah yang melekat, ada kecewa yang pernah kubuat. Namun di balik semua itu, aku menyimpan mimpi yang tak pernah padam: mimpi untuk menjadi cahaya, mimpi untuk mengubah masa depan, mimpi untuk membuat keluargaku tersenyum, meski dunia sering menguji dengan ribuan cobaan. Aku adalah anak dari harapan, yang berjanji pada dirinya sendiri: tak akan menyerah pada takdir, tak akan berhenti pada keterbatasan. Aku percaya, setiap tetes keringat, setiap doa yang kulangitkan di malam sunyi, akan menjadi jembatan menuju hari yang lebih indah. Aku bukan hanya aku yang sekarang, aku adalah aku yang terus tumbuh, yang akan menjelma menjadi bukti, bahwa mimpi bisa mengalahkan ragu, bahwa cinta bisa mengalahkan letih, bahwa aku— akan selalu ada, akan selalu berdiri, menjadi versi terbaik dari diriku sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAKIKAT SASTRA INDONESIA

NOVEL LASKAR PELANGI

SASTRA MODERN INDONESIA DAN PENDIDIKAN